
Pauh, 22 April 2025
Penulis : ADMIN MIN 3 Sarolangun (ofc MIN 3 Sarolangun)
PAUH (MIN 3 SAROLANGUN) - Selasa (22/05/25),Wajah kehidupan perlahan berubah. Dipahat oleh gelombang panas. Dipecah kekeringan panjang. Badai cuaca yang menggila adalah aksara baru yang menulis ulang narasi kehidupan di setiap benua, dari Afrika hingga Asia, dari Amerika hingga Australia. Tak terkecuali Indonesia, negeri tropis yang dikenal subur, kini dihadapkan pada kenyataan pahit: deforestasi, degradasi lahan, dan krisis ekologi yang kian menyata.
Pohon adalah salah satu komponen ekosistem bumi. Tanpa adanya pohon bumi ekosistem bumi akanrusak dan bisa menyebabkan bencana dimana-mana. Ketika kemarau, cuaca akan panas \'badengkang\', bila tiba musim hujan banjir melanda dan membuat \'lepus\' perumahan dan perkebunan. Oleh karena tidak boleh menebang pohon \'basing kadak\'. Kalau pun harus menebang wajib diikuti dengan aksi menanam kembali pohon baru. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dari gerakan menanam sejuta pohon Oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni untuk mewujudkan alam yang sejuk dan asri demi keberlangsungan kehidupan di bumi ini. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bumi yang dilaksanakan pada hari ini Selasa 22 April 2025 serentak di seluruh satker Kementerian Agama.
MIN 3 Sarolangun, salah satu satker dibawah Kementerian Agama sekaligus Madrasah unggulan di Kecamatan PAUH, turut serta mensukseskan kegiatan tersebut. Tampak pada hari ini, seluruh keluarga besar MIN 3 Sarolangun Beserta SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Setingkat LURAH yaitu Lurah Kecamatan Pauh Yang bernama “Yuli Kurniawati, S.Pd.I†bersama-sama menanam pohon dilingkungan sekitar. Berbagai macam pohon, khususnya matoa dan lain-lain, ditanam bersama. Selain untuk kelestarian alam, tanaman ini pun tentu bisa bernilai ekonomis.
Kepala MIN 3 Sarolangun, NAJMI, S.Ag. dalam arahannya mengatakan bahwa sangat penting untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam. \" Hari ini banyak kita saksikan kerusakan demi kerusakan di bumi kita. Semua bermuara pada bencana yang dapat merugikan kehidupan kita dan itu disebabkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab. Zhoharola fasaadufil barri wal bahribima kasabat aydinnaas. Telah nampak kerusakan di daratan dan dilautan akibat perbuatan tangan manusia, demikian firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 40. Maka wajib bagi kita untuk kembali merecovery alam kita dengan menanam kembali pepohonan. InsyaAllah 5 tahun ke depan, akan terwujid alam yang sejuk dan asri,khususnya di lingkungan MIN 3 Sarolangun dan Indonesia umumnya. Amin\". Demikian ungkap beliau.
|
149x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...