
Pauh, 9 Februari 2026 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sarolangun telah melaksanakan upacara bendera hari Senin dengan penuh khidmat, mengikuti ketentuan baru berdasarkan Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2026.
Seluruh siswa, guru, dan karyawan madrasah mengikuti rangkaian upacara sesuai aturan baru, yang mencakup pembacaan Naskah Pancasila, pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila, penyanyian lagu wajib nasional, serta penyanyian lagu "Rukun Sama Teman".
Kepala MIN 3 Sarolangun, Najmi S.Ag, menyatakan bahwa pelaksanaan upacara sesuai peraturan baru ini bertujuan untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan karakter kebersamaan di kalangan siswa. "Kita harapkan melalui setiap tahapan upacara, siswa dapat mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Sebelum pelaksanaan, madrasah telah melakukan persiapan matang selama tiga hari. Mulai dari pembagian tugas kepada guru dan siswa pengurus upacara, pemeriksaan perlengkapan bendera dan sarana prasarana, hingga pembelajaran ulang tentang tata cara upacara baru serta latihan penyanyian lagu "Rukun Sama Teman" bersama seluruh siswa.
Proses upacara berjalan tertib dan lancar, dengan seluruh peserta menunjukkan rasa hormat dan antusiasme tinggi selama acara berlangsung.
Rizky Ramadhan, siswa kelas VI A, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti upacara. "Saya merasa sangat bangga bisa mengikuti upacara sesuai aturan baru ini. Saat menyanyikan lagu 'Rukun Sama Teman', saya jadi lebih menyadari pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman-teman sekelas dan se madrasah, tanpa memandang perbedaan apa pun," ujarnya.
Sementara itu, Lutfiana Zahra dari kelas V B menambahkan, "Pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila membuat saya semakin termotivasi untuk belajar dengan giat dan menjadi pelajar yang menghormati guru serta orang tua. Upacara kali ini terasa lebih bermakna karena kita tahu setiap langkahnya ada tujuan yang jelas."
Guru Pembina Upacara, Damiri S.Pd.I, menyampaikan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci kelancaran acara. "Kita berikan pembelajaran khusus kepada siswa tentang aturan baru agar mereka memahami setiap bagian upacara. Respons dari siswa sangat positif, mereka antusias belajar dan berlatih," ujarnya.
Guru Kelas VI, Ibu Holida S.Hi, menambahkan, "Setelah upacara, siswa tampak lebih paham tentang pentingnya kebersamaan. Beberapa dari mereka bahkan sudah mulai mengajak teman-teman untuk saling membantu dalam pembelajaran. Ini adalah dampak positif yang sangat menyenangkan dilihat."
(Humas MIN 3 Sarolangun)

|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...